Langsung ke konten utama

Bos Sritex Berduka: 2.500 Karyawan Diliburkan, Ini Penyebabnya!

 




PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) baru-baru ini menghadapi tantangan serius yang memengaruhi operasional perusahaan dan kesejahteraan karyawannya. Dalam situasi kepailitan yang dihadapi, perusahaan terpaksa meliburkan sekitar 2.500 karyawan akibat kekurangan bahan baku. Namun, manajemen menegaskan bahwa langkah ini bukanlah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), dan hak gaji para pekerja tetap diberikan selama masa libur tersebut.

Direktur Utama Sritex, Iwan Kurniawan Lukminto, menjelaskan bahwa keputusan meliburkan karyawan diambil karena ketersediaan bahan baku yang hanya cukup untuk tiga minggu ke depan. Ia menekankan pentingnya keputusan cepat dari kurator dan hakim pengawas terkait izin keberlanjutan usaha untuk mencegah potensi PHK di masa mendatang. Iwan juga menyayangkan perbedaan visi antara kurator yang fokus pada pemberesan aset dan manajemen yang berkomitmen pada keberlangsungan usaha serta kesejahteraan karyawan.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer Gerungan, turut menegaskan bahwa tidak ada PHK massal di Sritex. Ia berencana mengunjungi langsung perusahaan untuk memastikan kebenaran informasi tersebut dan memastikan perlindungan bagi para pekerja.

Situasi ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan berbagai pihak terkait, mengingat Sritex merupakan salah satu perusahaan tekstil terbesar di Indonesia dengan jumlah karyawan mencapai 50.000 orang. Keputusan terkait keberlanjutan usaha diharapkan dapat segera diambil untuk menjaga stabilitas operasional perusahaan dan kesejahteraan karyawan.

Komentar